<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881</id><updated>2011-04-21T11:22:38.491-07:00</updated><title type='text'>Hambali Rusman</title><subtitle type='html'>Selamat Datang...
semoga menikmati ya!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881.post-353599264814388102</id><published>2007-12-20T05:41:00.001-08:00</published><updated>2007-12-20T05:45:13.923-08:00</updated><title type='text'>Berdagang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada dasarnya kita adalah mahluk sosial (mahluk yang memerlukan teman dan kelompok. Dan disini berdagang sangat diperlukan sekali karena tidak ada seorang pun yang dapat hidup dengan sempurna, mampu menyediakan segala keperluan dan tuntutan hidupnya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Oleh sebab itu, manusia saling memerlukan, bekerja sama dan saling tolong menolong.&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW memberikan dorongan untuk mencari rezeki dengan berusaha dan berdagang. Rasulullah sendiri merupakan contoh seorang pedagang yang sukses,ketika masih kecil beliau telah menemani pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam, bahkan beliau sendiri menjalankan bisnis milik Siti Khadijah ke Syam dan kembali dengan keuntungan yang besar. Ini adalah bukti kemampuan, kepercayaan dan amanah beliau sebagai pedagang. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pedagang amanah dan benar akan ada bersama dengan para syuhada di hari Qiyamat nanti” (HR.Ibnu Majah dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan oleh seseorang daripada yang dihasilkan oleh tangannya sendiri”(HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Rasulullah, para sahabat juga banyak yang menjadi pedagang yang sukses. Diantaranya Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan lain-lain.Umat Islam dalam kiprahnya mencari kekayaan dan menjalankan usahanya hendaklah menjadikan Islam sebagai dasarnya dan keridhoan Allah sebagai tujuan utama dan akhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;by: Hambali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="mailto:bali_cakep88@yahoo.co.id"&gt;bali_cakep88@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389817988975400881-353599264814388102?l=balicom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/353599264814388102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1389817988975400881&amp;postID=353599264814388102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/353599264814388102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/353599264814388102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/2007/12/berdagang.html' title='Berdagang'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881.post-2272672404577322540</id><published>2007-12-20T05:38:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T05:47:35.447-08:00</updated><title type='text'>sEdiHnYa PeNdiDikAn kiTa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa di saat ini, bagaimanakah wajah pendidikan kita? Ternyata kita masih jauh sekali ketinggalan dari Negara yang lainnya. Contohnya kita bandingkan saja dengan tetangga kita Malaysia, yang dulunya mereka banyak belajar dari kita, tapi sekarang sudah mengalami kemajuan IPTEK yang luar biasa dan dipredeksikan untuk menyamainya kita membutuhkan waktu yang lama jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam pendidikan kita.&lt;br /&gt;Kelihatannya kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri dalam dunia pendidikan, hal ini dibuktikan dari realita yang ada. Dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi siswa dan mahasiswanya banyak sekali bertindak curang, seperti menyontek ketika ujian, menjiplak makalah ketika presentasi, bahkan ada penyusunan skripsi, tesis dan desirtasi dengan cara membayar orang untuk membuatnya.&lt;br /&gt;Sebagian besar Gurupun tidak jauh dengan perilaku muridnya, bukannya melarang untuk tidak berbuat curang tapi malah mendukungnya dengan alasan supaya sekolah nantinya tidak di cap sebagai sekolah yang gagal dalam mendidik muridnya. Hal ini biasanya terjadi pada saat UAN dan UAS yang setiap tahun nilai minimal ditingkatkan.&lt;br /&gt;Beberapa bulan lagi siswa kelas 3 SMA(sederajat) dan 2 SMP (sederajat) akan menghadapi UAS dan UAN yang sekarang rekor minimal 5.01, disinilah peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk menyakinkan bahwa mereka bisa lulus dengan bermodal kemampuan mereka tanpa berbuat curang.&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, kira-kira apa yang salah sehingga pendidikan kita bisa jauh ketinggalan dari yang lainnya? Apakah sistem dalam lembaganya? Apakah dari pihak pemerintah? atau Apakah dari kita sebagai murid?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;by: Hambali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="mailto:bali_cakep88@yahoo.co.id"&gt;bali_cakep88@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389817988975400881-2272672404577322540?l=balicom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/2272672404577322540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1389817988975400881&amp;postID=2272672404577322540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/2272672404577322540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/2272672404577322540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/2007/12/sedihnya-pendidikan-kita.html' title='sEdiHnYa PeNdiDikAn kiTa'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881.post-2432964487724683408</id><published>2007-12-20T05:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T05:38:41.276-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Seorang Wirausaha</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sebagian besar dari kita khususnya mahasiswa, mungkin akan menjawab tidak (ogah ah…) ketika ditanya apakah anda bercita-cita untuk menjadi wirausaha, banyak yang lebih memilih untuk menjadi ABRI, PNS, Politikus, Guru dan lainnya (pada intinya pekerjaan yang terikat dan terjamin gajinya). Kalaupun sekarang ada yang sudah menjadi wirausaha, barangkali itu merupakan proses terakhir dari sebuah perjalanan hidup setelah berkali-kali mengalami kegagalan dalam mendapatkan kerja.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai wirausaha tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, jika dilihat dari definisinya. Wirausaha atau pengusaha, atau entrepreneur adalah orang yang menciptakan kemakmuran dari proses peningkatan nilai tambah melalui inkubasi gagasan, memadukan sumber daya, dan membuat gagasan menjadi keyataan. (Raymond Kao, “Defining Entrepreneurship”). Dari definisi diatas, maka faktor pembeda yang dominan dari seorang wrausaha dengan profesi lainnya adalah keberaniannya untuk merealisasikan gagasan usaha dan sadar akan berbagai resiko yang akan dihadapinya dalam mengelola dan mengorganisasikan suatu bisnis yang dibangunnya.&lt;br /&gt;Mungkin benar adanya di Indonesia ini, kebanyakan dari kita lebih senang hidup di zona aman ketimbang berada di zona bebas. Dimana kita lebih merasa nyaman jika kita mendapatkan pekerjaan meski dengan itu kita tidak bisa mengoptimalkan segenap kemampuan yang kita miliki. Apalagi secara social, masyarakat kita masih memandang wirausaha sebagai pekerjaan nomor sekian dibandingkan dengan PNS.&lt;br /&gt;Inilah sebuah Paradigma masyarakat yang haru kita rubah, jika sebagian besar dari kita ingin menjadi seorang wirausaha dan nantinya secara otomatis membuka lapangan kerja, sudah dapat dipastikan akan mengurangi angka pengangguran yang menurut informasi setiap harinya bertambah. Coba kita lihat pengusaha-pengusaha besar tingkat nasional dan internasional, sangat sedikit sekali berasal dari orang Indonesia.&lt;br /&gt;Dibawah ini ada beberapa modal dasar untuk menjadi seorang wirausaha yang tangguh, dan mudah-mudahan bisa menjadi pengusaha yang sukses.&lt;br /&gt;1. Pikiran&lt;br /&gt;Daya pikir merupakan sumber awal munculnya kreasi, inovasi dan alternatif-alternatif yang akan membedakan karya kita dengan lainnya sehingga menjadi unik dan punya posisi yang kuat.&lt;br /&gt;Mempertajam daya pikir, merupakan sebuah prinsip penting bagi orang yang ingin meraih sukses dalam hidup. Agus Sunario, pakar brain power (kekuatan otak/pikiran) mengatakan bahwa cara kita berfikir akan mempengaruhi cara kita bertindak dan berkomunikasi. Sayangnya, kebanyakan orang hanya menggunkan 1-4 % kekuatan pikirannya..&lt;br /&gt;2. Terampil&lt;br /&gt;Mengandalkan kekuatan berfikir saja tidaklah cukup untuk mewujudkan gagasan, karena sebagus apapun gagasan itu tidak akan hasilnya tanpa adanya dukungan tindakan yang terampil serta kemampuan dan keahlian yang memadai. Semakin tinggi keahlian seseorang atas pekerjaan yang dilakukannya, maka hasilnya pun akan lebih optimal.&lt;br /&gt;3. Mental&lt;br /&gt;Kesuksesan seseorang, ternyata bukan samata kehebatan pemikiran dan keterampilannya, tetapi juga membutuhkan kekuatan mental yang akan membuat potensi menjadi sebuah kekuatan besar. Tidak sedikit orang yang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan hanya setingkat SD. Tetapi itu tidak membuatnya takut bermimpi dan mengusahakan mimpinya menjadi kenyataan. Dalam kata lain tidak minder.&lt;br /&gt;Bagi wirausaha muslim sikap yang dimaksud adalah kepribadian yang terwujud dalam pola pikir yang Islami (aqliyyah Islamiyyah) dan pola jiwa yang Islami (nafsiyyah Islamiyyah) pula. Maka aneh sekali jika ada wirausaha muslim yang malas, gampang menyerah dan putus asa, pasif, tidak bersungguh, tidak disiplin dan sebagainya. Padahal Allah mendorong kita untuk optimis dan selalu berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;4. Intuisi&lt;br /&gt;Ciri seorang wirausaha adalah kemampuannya dalam melihat sebuah peluang, Rhenald Kasal (pakar manajemen bisnis dari UI) pernah mengatakan, peluang itu sebenarnyan amat banyak dan hamper setiap saat lewat di depan mata kita, sayangnya tidak semua orang jeli. Hanya orang-orang termotivasilah yang dapat melihat bahkan terkadang merekalah yang menciptakan peluang itu untuk banyak orang.&lt;br /&gt;5. Kerja Tim&lt;br /&gt;Dalam berwirausaha kita juga harus mempunyai kekuatan tim kerja (teamwork). Karena dengan adanya teamwork yang bagus, solid dan saling bersinergi antara satu dengan lainnya, maka hasil yang akan diperoleh akan lebih optmal, serta meraih kesuksesan yang besar.&lt;br /&gt;6. Pembalajaran&lt;br /&gt;Orang bijak sering mengatakan life is continuous learning process (Hidup merupakan sebuah pembelajaran tanpa henti. P.Winaro mengatakan, orang yang berhenti belajar sama saja dengan telah mati dalam hidup, intelektualtasnya wafat dan kita akan menjadi barang rongsokan yang terbuang seiring dengan kemajuan zaman.&lt;br /&gt;Dalam Islam, setiap muslim dianjurkan dan diwajibkan untuk selalu belajar dari segala sesuatu, baik ilmu agama yang langsung terkait dengan kehidupan kita dan ilmu-ilmu lainnya yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;by: Hambali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;bali_cakep88@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389817988975400881-2432964487724683408?l=balicom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/2432964487724683408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1389817988975400881&amp;postID=2432964487724683408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/2432964487724683408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/2432964487724683408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/2007/12/menjadi-seorang-wirausaha.html' title='Menjadi Seorang Wirausaha'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881.post-5250207058914799042</id><published>2007-12-20T05:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T05:53:26.207-08:00</updated><title type='text'>HILANGNYA RASA MALU</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak kecil manusia sudah diajarkan untuk memiliki rasa malu, walaupun ketika dilahirkan seorang anak tidak mengenakan apapun jua. Namun seiring dengan perkembangannya, anak mulai di didik malu untuk berbuat perbuatan amoral, malu berbuat kejahatan, malu mempertontonkan tubuhnya di depan orang banyak dan lain-lain. Berbicara mengenai malu, umat muslim menyakini bahwa itu merupakan sebagian dari iman. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesuai sabda Rasulullah “Iman dan rasa malu itu digandengkan (disatukan) dalam segala hal, jika rasa malu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;itu di angkat (hilang) maka hilanglah imannya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah bersabda kepada umat manusia akan pentingnya rasa malu dalam kehidupan ini, jika rasa malu tercabut maka orang akan menghalalkan segala cara dalam memenuhi kebutuhannya. Hilangnya rasa malu juga merupakan sumber dari kerusakan moral. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah juga pernah bersabda “…Jika engkau tidak&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;punya rasa malu, lakukanlah segala sesuatu sekehendak hatimu”. HR. Bukhari&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Pernyataan hadist di atas mempunyai makna yang dalam. Itu merupakan gambaran ketika semakin banyak orang melakukan maksiat, seperti korupsi yang sudah merajalela, pornografi dan pornoaksi, menyontek yang sudah menjadi budaya bagi kalangan belajar dari tingkat SD sampai perguruan tinggi, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai sudah semakin menipisnya rasa malu diantara kita, coba kita kaitkan dengan maraknya perilaku seks bebas serta pornografi dan pronoaksi, perilaku seks bebas saat ini ternyata sudah sangat memprihatinkan sekali, dan hukum serta undang-undang yang kita harapkan bisa meminimalisir sampai saat ini belum disahkan juga. Di Bandung, kota yang pernah diadakan survei tentang perilaku seks bebas, sebagian mahasiswinya dikatakan sudah tidak perawan lagi.&lt;br /&gt;Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi baru-baru ini. Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan mengadakan Pekan Kondom Nasional di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (1/12/07), yakni dengan cara membagikan kondom gratis kepada masyarakat, hal ini mencerminkan bahwa seakan-akan pemerintah melegalisasi perilaku seks bebas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini merupakan tanggung jawab kita semua untu mencari solusinya, apapun agamamu, apapun status sosialmu, apapun profesimu, dan yang penting bagi siapapun yang masih mencintai kebaikan, serta yang menginginkan kehidupan yang damai, tentram, dan nyaman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;by : Hambali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bali_cakep88@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389817988975400881-5250207058914799042?l=balicom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/5250207058914799042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1389817988975400881&amp;postID=5250207058914799042&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/5250207058914799042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/5250207058914799042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/2007/12/hilangnya-rasa-malu.html' title='HILANGNYA RASA MALU'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1389817988975400881.post-1762151831536142748</id><published>2007-12-18T03:40:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T05:50:19.244-08:00</updated><title type='text'>Bersepeda Yuk...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sepeda merupakan transportasi yang sudah mulai hilang dari permukaan, toko-toko sepedapun hanya tinggal beberapa buah saja, sepeda kehilangan taringnya seiring dengan munculnya transportasi-transportasi yang menggunakan mesin, seperti sepeda motor, mobil dan lain-lainnya.Tetapi tanpa disadari dengan tingginya angka kepemilikan kendaraan yang menggunakan tenaga mesin (penghasil gas emisi terbesar di Indonesia), telah membuat lingkuangan kita berubah, dari udaranya yang sangat menyesakan, cuaca yang tidak teratur lagi dan dan hawa yang panas sekali.&lt;br /&gt;Mari kita galakkan kembali budaya bersepeda atau yang lebih populernya sekarang “bike to work” dari lingkungan kita masing, seperti di sekolah, kampus dan lingkungan sekitar kita, dengan begitu kita bisa turut andil untuk memelihara lingkungan kita dan juga dapat mengurangi subsidi pemerintah pada BBM yang sekarang mengalami kenaikan harga.&lt;br /&gt;Sepeda juga mempunyai beberapa kelebihan lho…diantaranya : menghemat ongkos, membuat badan kita sehat dan bugar, dan yang paling penting kalau boncenngan sama pacar romatis, he… dan tentunya masih banyak keunggulan lainnya.&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam acara pelepasan para atlet yang akan berkampanye lingkungan dari Jakarta ke Bali “Bicycle for Earth Goes to Bali” mengatakan berjanji akan membangun rute khusus bagi pengguna sepeda, tetapi apabila jumlahnya sudah sesuai dengan ketentuan yakni 1 juta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Ini tentunya merupakan berita baik bagi kita pengguna sepeda, dan bagi teman yang belum menggunakan sepeda. Buruan menggunakannya, biar cepat dibangun rute khusus buat sepeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Hambali&lt;br /&gt;bali_cakep88@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1389817988975400881-1762151831536142748?l=balicom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balicom.blogspot.com/feeds/1762151831536142748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1389817988975400881&amp;postID=1762151831536142748&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/1762151831536142748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1389817988975400881/posts/default/1762151831536142748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balicom.blogspot.com/2007/12/bersepeda-yuk.html' title='Bersepeda Yuk...'/><author><name>bali.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00661025942288726756</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_stwrfwg4fdU/R1As4h9RsHI/AAAAAAAAAAM/ILcpNDq5XyE/S220/bali+cakep.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
